Home » Penelitian » Program Kemitraan Masyarakat: Penyuluhan Penggunaan Bahan Pewarna Makanan Kepada Warga Pringsewu

Program Kemitraan Masyarakat: Penyuluhan Penggunaan Bahan Pewarna Makanan Kepada Warga Pringsewu

Pringsewu- Selama bulan Maret 2018 hingga Oktober 2018, dilakukan penyuluhan kepada kelompok pengrajin makanan di daerah pringsewu untuk tanggap menggunakan bahan pewarna makanan. Program ini dilaksanakan oleh tim pelaksana: Dr. Zipora Sembiring, M.Si dan Prof. Wasinton Simanjuntak, P.hD dari Jurusan Kimia FMIPA Unila.

Kabupaten Pringsewu dikenal menjadi jalur lintas wisata yang menjual berbagai hasil industri rumah tangga seperti: minuman, jajanan pasar, dan oleh-oleh berupa makanan berwarna-warni. Namun permasalahannya, kelompok pengrajin makanan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang kurang tentang bahaya zat warna sintetis yang digunakan pada makanan dan minuman. Pengetahuan dan keterampilan untuk mendapatkan zat warna alami serta manfaatnya bagi kesehatan masih rendah. Untuk mengatasi masalah ini, penyuluhan kepada warga masyarakat Pringsewu khususnya kelompok pengrajin makanan dinilai perlu dilakukan.

Warga Kabupaten Pringsewu dipaparkan dan diajarkan tentang metode pengolahan dengan proses ekstraksi hasil pertanian Kabupaten Pringsewu. Metode ekstraksi adalah metode yang menggunakan pelarut relatif sedikit, namun zat pewarna yang dihasilkan maksimal dengan pelarut yang masih dapat dipakai berulang kali. Sebagai daerah yang agraris, Kabupaten Pringsewu memproduksi hasil pertanian sumber pewarna makanan alami seperti: buah naga, kunyit, daun suji, cabe, wortel, dan lain. Bahan-bahan alami inilah yang diharapkan dimanfaatkan warga.

Selama penyuluhan berlangsung, terlihat warga antusias untuk memiliki keterampilan ini. Banyak warga mengajukan pertanyaan-pertanyaan agar dapat mempraktikan metode tersebut di industri rumah tangga masing-masing. Masyarakat menjadi tanggap bahaya bahan kimia terkandung dalam bahan aditif sintetis seta aturan dosis pemakaiannya. Program Kemitraan Masyarakat ini bukan saja telah meningkatkan kesadaran masyarakat dan tanggung jawab warga (kelompok usaha) dalam penggunaan zat pewarna sintetis terhadap kesehatan konsumen, tetapi kiranya meningkatkan perekonomi daerah setempat juga.

Check Also

Gelaran Kedua Seminar Nasional Metode Kuntitatif Tahun 2018 di Hotel Emersia

(doc) Ir. Warsono, M.Sc., Ph.D., Ketua LPPM Unila saat memberikan materi pada Semnas Metode kuantitatif …

Leave a Reply